Tampilkan postingan dengan label mozaik tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mozaik tafakur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2008

Tahukah Kamu Siapa Saja Yang Dirindukan Surga ?

Para Pewaris Surga :
  1. Orang yang beriman kepada Allah swt. Iman di hati, mulut & langkahnya
  2. Orang yang menjauh dari segala perkara-perkara yang tiada guna
  3. Orang yang menunaikan zakatnya
  4. Orang yang menjaga kemaluannya
  5. Orang yang memelihara amalnya
  6. Orang yang penuhi janjinya
  7. Orang yang selalu menjaga waktu & khusyuk setiap sholatnya

Sudahkah kita memenuhi kriteria di atas ?

Sumber : Opick - pewaris surga

Jumat, 21 September 2007

Tahukah kamu 4 Kenikmatan Hidup di Dunia ?

Rasulullah pernah bersabda bahwa betapa beruntungnya seseorang yang mempunyai 4 kenikmatan hidup di dunia, diantaranya :
  1. Hati yang penuh dzikir
  2. Hati yang selalu bersyukur (dalam segala keadaan, baik suka maupun ketika dihadapkan pada kenyataan pahit)
  3. Kesehatan
  4. Pasangan yang tidak berkhianat

Dan 2 kenikmatan utama, antara lain :

  1. Nikmat menjadi seorang muslim dan Sholeh
  2. Sehat

Untuk itu, wajiblah bagi para Lelaki untuk : bagi yang beriman, maka jagalah pandangan dan kemaluan kalian.

Rabu, 12 September 2007

Keutamaan Tarawih


Seseorang yang melakukan sholat tarawih di bulan Ramadhan akan mendapatkan keutamaan di bawah ini :

Malam 1 : Ia keluar dari dosanya
Malam 2 : Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya
Malam 3 : Seorang malaikat berseru di bawah arsy, “ Mulailah beramal! Semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat. “
Malam 4 : Ia memperoleh pahala seperti membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran
Malam 5 : Allah memberikan pahala seperti pahala orang yang sholat di masjid Al Haram, Masjid Nabawi dan masjid Al Aqsha
Malam 6 : Allah ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di bait al Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas
Malam 7 : Seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa as atas kemenangannya melawan Firaun dan Haman
Malam 8 : Allah memberikan apa yang pernah Dia berikan pada Nabi Ibrahim as
Malam 9 : Seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi Muhammad saw
Malam 10 : Allah ta’ala mengaruniai dia, kebaikan di dunia dan akhirat
Malam 11 : Ia keluar dari dunia seperti saat dilahirkan dari perut ibunya
Malam 12 : Ia datang pada hari kiamat dengan wajah bak bulan di malam purnama
Malam 13 : Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan
Malam 14 : Para malaikat datang seraya memberikan kesaksian untuknya bahwa ia telah melakukan sholat tarawih
Malam 15 : Ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung Arsy dan Kursi
Malam 16 : Allah memberikan kebebasan baginya untuk selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga
Malam 17 : Ia diberi pahala seperti pahala para nabi
Malam 18 : Seorang malaikat berseru, “ Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridho kepadamu dan kepada ibu bapakmu “
Malam 19 : Allah mengangkat derajatnya dalam surga Firdaus
Malam 20 : Allah memberi pahala para syuhada dan shalihin
Malam 21 : Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya
Malam 22 : Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan
Malam 23 : Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga
Malam 24 : Ia memperoleh 24 doa yang dikabulkan
Malam 25 : Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur
Malam 26 : Allah mengangkat pahalanya selama 24 tahun
Malam 27 : Ia dapat melewati shirath pada kiamat bagaikan kilat yang menyambar
Malam 28 : Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga
Malam 29 : Allah memberinya pahala 1000 haji yang diterima
Malam 30 : Allah berfirman, “ Hai hambaku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar. Akulah Tuhanmu dan Engkau hamba-Ku “

(sumber : Paras )

Wallahualam bish shawab

Selasa, 11 September 2007

USTAD BAMBU

Cerpen bikinan teman yang oke banget

Beberapa tahun yang lalu
Desa kecil sebenarnya terletak di tepi jalan propinsi, seharusnya ramai tetapi karena terlindungi 3 bukit, maka jalan propinsi hanya melintas di depan kantor kepala desa yang juga pintu gerbang ke desa itu.
Desanya asri, hijau dan menyenangkan, dan lebih
menjadi menyenangkan ketika seorang pemuda datang
mengunjungi – dan kemudian menetap di desa itu.
Ia bukan pedagang, Ia seorang yang ramah, baik dan
sopan. Seperti yang sudah - sudah, sebagai tamu ia di
tempatkan di buah bangunan bambu di ujung desa, dekat
sebuah surau kecil.
Surau kecil itu sendiri benar- benar sebuah bangunan
yang kecil, mungkin hanya 6 x 6 meter, tanpa kubah,
hanya beratap limasan yang terbuat dari kayu yang
terlihat sudah kumuh. Tidak ada yang tahu siapa yang
membangun surau itu.
Hari- hari berikutnya, si pemuda – yang tak bernama-
itu menjadikan pondokannya dan surau menjadi lebih
bersih. Hari – hari berikutnya lagi, pondokan dan
surau itu menjadi lebih ramai dengan kegiatan Islami,
mulai dari Fajar hingga malam hari dan hari – hari
berikutnya lagi kehidupan baru muncul di ujung desa
itu.
Anak- anak mulai bermain disitu, orang – orang mulai
bertanya dan sebagian dari mereka sudah kembali
menggunakan surau itu.
Surau menjadi hidup, hidup dengan kegiatan shalat,
dengan kegiatan mengaji dengan kegiatan membicarakan
hal- hal yang Islami, ia pun dipanggil Ustad Bambu.

Siapa ustad bambu? Tidak ada yang tahu. Nama itu
muncul karena ia tinggal di pondokan desa itu yang
terbuat dari bambu, di seberang surau.
Pemuda itu tak menolak dipanggil dengan ustad bambu.
Mungkin ia seorang ustad, karena Ia hapal kitab suci,
mengerti hukum dan norma Islami serta dapat
mengajarkan orang mengaji dengan baik.

Apalagi yang kurang? Iya apalagi? Semua kehidupan
islami di desa itu berlancar baik, malahan bagus
sekali. Kehidupan anatara dunia dan akhirat berjalan
sangat serasi, jikalau ada kekacauan semuanya bisa
diselesaikan dengan amat baik.

Maka suatu hari di pondokannya, ustad bambu
bermusyawarah, dengan tujuan untuk menanyakan kepada masyarakat… apa yang kurang darinya. Semua yang hadir tidak bisa menjawab. Suasana hening, sang ustadpun menjadi tidak enak, ketika ia hendak membubarkan majelis ini, tiba- tiba seorang perempuan paruh baya berkata lirih.
“hanya satu kekurangan Ustad…, belum haji”. Bak
diterjang ribuan rusa, sang Ustad pun tertegun. Benar,
hingga sekarang Ia belum pernah beribadah haji.
Majelispun dibubarkan.

Keesokan hari dan hari- hari berikutnya, kegiatan di
desa berjalan seperti biasa, tak ada yang berubah.
Hanya raut muka sang ustad agak berubah, tak lagi
terlihat riang, tetapi tak juga terlihat sedih. Tapi
tindak tanduknya berbeda, tak seperti biasanya.
Suatu malam sehabis Isya, beberapa penduduk menanyakan
langsung kepeda sang ustad, apa yang sebenarnya
terjadi.
Awalnya, Ia tidak mengaku, namun akhirnya Ia bercerita
mengapa akhir- akhir ini ia terlihat resah. Ternyata
pernyataan perempuan baya berkerudung sangat
merisaukan hatinya, yakni belum menjadi Haji. Semua
penduduk terdiam.

Beberapa bulan kemudian ada kabar tak terduga oleh
sang Ustad, ada kabar yang menggembirakan. Bahwa semua
penduduk desa dengan segela daya ingin memberikan
hadiah kepada sang Ustad, membiayai ustad naik haji.
Penduduk bergotong royong, menyisihkan penghasilan
mereka, bahkan dalam setiap majelis, tromol tromol
lebih digiatkan.
Alhasil, hari bahagia itupun tiba, berkat uang yang
terkumpul, sang ustad bambu menunaikan ibadah di tanah
suci.

Satu minggu setelah bulan haji berlalu.
Satu bulan setelah bulan haji berlalu
Enam bulan, satu tahun setelah bulan haji berlalu….

Ustad bamboo tidak muncul di desa itu, beragam
pertanyaan bermunculan, apakah sang ustad tersesat di
tengah padang pasir? Ataukah kapalnya terkatung –
katung di lautan luas?, sampai pertanyaan berlanjut ke
sebuah kenyataan terpahit, apakah Ia meninggal di
tanah suci?

Lalu dikirimlah dua orang pemuda untuk mencari tahu keberadaannya sang ustad ke kota besar. Selang seminggu kemudian, dua orang itu kembali ke desa. Mereka tidak menemukan sang ustad bambu, tentu saja tidak ada yang tahu dimana dia berada karena mereka semua tidak pernah tahu siapa nama asli ustad bambu. Mereka menyesal. Tetapi nasi telah menjadi bubur.

Pada hari jumat, semua orang berkumpul sehabis shalat
jumat di depan pondokan bambu sang ustad. Mereka
bermusyawarah, untuk menantukan langkah apa yang akan
mereka ambil sepeninggalan ustad bambu.

Setelah saling mengutarakan pendapat, saling
memberikan fakta dan opini akhirnya diambil sebuah
keputusan bahwa mereka akan mendirikan sebuah makam di
antara pondokan sang ustad dan surau. Juga akan di
buat kenduri selama 40 hari berturut turut mulai senin
kliwon, sebagai bentuk penghormatan kepada sang ustad.
Dan akhirnya mereka memilih wali desa untuk memimpin
kegiatan spiritual itu, seorang yang paling tua di
desa itu.

Kegiatan berlangsung cepat namun hikmad. Beberapa
pemuda mencari batu yang bagus untuk dipahat menjadi
kijing dan bambu - bambu yang bagus sebagai pagar dan
bagian atapnya akan diberi sirap yang terbaik. Ibu-
Ibu mulai menyiapkan makanan minuman yang tidak bisa
dibilang sederhana. Semuanya untuk memuliakan sang
ustad.

Tepat di hari ke 40, serangkaian pengajian mencapai
puncaknya dan sang makam ustad bamboo telah berdiri
dengan megah.
Hampir semua penduduk desa itu datang dan mmemberikan
doa bagi ustad yang mereka hormati. Namun karena rasa
cinta, masa syukuran terus berlanjut hingga 100 hari.

Anehnya, sejak itu kemakmuran desa menjadi berlipat,
tentu saja hal itu menyenangkan bagi semua penduduk
desa. Maka desa- desa di sekelilingnya ikut memberikan
doa kepada makam ustad bambu. Lalu berita dari bibir
ke bibir menyeruak ke segenap daerah.

Terutama hari senin kliwon , peziarah semakin banyak
dan berasal dari beragam daerah dan dengan beragam
maksud, tentunya.

Desa itu semakin ramai semakin makmur tentunya.

Dua puluh tahun kemudian
Di kedua desa itu. Jalan berbatu telah menjadi aspal
mulus. Sawah dan tanah lapang banyak yang berubah
menjadi tempat penginapan. Surau yang kecil telah
menajdi besar dan bertembok serta mamer, pondokan
bambu telah berubah menjadi rumah jati dengan ukiran
kayu yang halus dan bermutu tinggi.
Sebuah cungkup dari kayu jati memayungi sebuah kijing
marmer yang diberi lantai keramik serta harumnya dupa
dan menyan yang tak putus.

***
Di sebuah pelabuhan, di Bandar yang ramai. Seorang
tua, setengah terbungkuk, badannya terlihat legam dan
renta. Wajahnya masih memancarkan Wibawa yang tinggi.
Sesekali ia batuk, dengan di topang sebuah tongkat ia memandangi surya yang perlahan- lahan menghilang di balik kumpulan air yang maha luas.

(bersambung)

Wds, 18.06 pm

Istilah :
Ustad: guru, arab. diIndoensia lebih didefiniskan
sebagai guru pengajar agama islam.
Kijing : badan makam yang biasanya terbuat dari batu
Cungkup : atap yang menutupi makam

ADAB MENDENGAR AZAN

Kematian itu pasti menjelma.
Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui.

Coba kita amati. Mengapakebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapatberkata apa-apa..
Lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:
"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya."

Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.
Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya.
Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.
Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?
Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak.

Kita takut dengan keluhnya lidah kita semasa ajal hampir tiba, maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah.."
Yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut, Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka.

Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak keluh semasa nyawa kita sedang dicabut.

"YaAllah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia,
Lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbala'lamin..

"WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.:
Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalamkeharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Rp. 10.000,00 atau Rp. 50.000,00 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.
45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan Sepak Bola.

Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak banyak yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.
Kita boleh mengirimkan ribuan candaan dan 'suratberantai' melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali......FIKIRKAN LAH.

*Puasa Bulan Rajab*

Kiriman dari email teman :

Bulan Rajab adalah bulannya Allah.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,
"Ketahuilah bahwabulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:
  1. Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas,maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT
  2. Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi'raj ( 21 Agustus 2006 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa
  3. Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaandi sisi ALLAH SWT
  4. Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab ( 26 , 27, 28 Juli 2006 ) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat
  5. Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannyaakan dikabulkan
  6. Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam
  7. Barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga
  8. Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannyadengan kebaikan
  9. Barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.

"Sabda Rasulullah SAW lagi :

"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis darimadu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi,

Lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini ?

"Maka berkata Jibrilb a.s.: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau dibulan Rajab ini".

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT.

Lalu saya bertanya kepada beliau:"Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?

" Lalu beliau bersabda :"Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka".

Sabda beliau lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.

"Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?"

Sabda beliau: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."

Sabda beliau lagi: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku". "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi danorang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan Ramadhan.Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.

Sebarluaskan email ini kepada rekan-rekan yang lain.

Insya Allah bermanfaat

40 Amalan Ringan Berpahala Besar

Berikut, ringkasan dari sebuah buku karya-DR. IYADAH BIN AYYUB AL-KUBAISI tentang 40 Amalan Ringan Berpahala Besar.

  1. Menyempurnakan Wudhu
  2. Berjalan ke Masjid untuk Melaksanakan Sholat Fardhu
  3. Mandi Hari Jumat
  4. Mengumandangkan Adzan
  5. Mendengarkan Adzan
  6. Berdoa setelah Mendengarkan Adzan
  7. Mengamini Imam Waktu Sholat
  8. mengucap "Rabbana Lakal Hamdu" dalam Sholat
  9. Sholat Dhuha
  10. Duduk di Tempat Sholat ( Menunggu Sholat atau Setelah Sholat )
  11. Mengantarkan Jenazah
  12. Puasa Hari Arafah
  13. Puasa Asyura ( 10 Muharam )
  14. Puasa Enam Hari pada Bulan Syawal
  15. Puasa 3 hari Setiap Bulan
  16. Sedekah dari Rezeki Halal
  17. membaca Al-Quran
  18. Membaca Surah Al-Ikhlas
  19. Membaca 2 ayat Terakhir Al-Baqarah Sebelum Tidur
  20. Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur
  21. Sholawat kepada Nabi
  22. Menghadiri Majelis Dzikir
  23. Zikir setelah Sholat 5 Waktu
  24. Bacaan setelah Sholat Subuh, Ashar dan Maghrib
  25. Membaca Tasbih dan Tahmid I
  26. membaca Tasbih dan Tahmid II
  27. Membaca Tahlil
  28. Membaca Hamdalah setelah Makan dan Minum
  29. Mengucapkan Istighfar
  30. Doa Kaffaratul Majelis
  31. Menjauhkan Diri dari Syirik
  32. Mencintai Saudara karena Allah
  33. Menyebarkan Salam
  34. Mendoakan Sesama Muslim
  35. Keutamaan 10 Dzulhijjah
  36. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  37. Musibah atau Coaban
  38. Istikharah
  39. Bercocok tanam
  40. Berdakwah

Senin, 10 September 2007

Tujuh Jenis Pahala Yg Bisa Dinikmati, Meski Kita Telah Mati

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.
1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.

2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.
6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.
7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur’an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : “Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

10 Sholat Yg Tidak Diterima ALLOH SWT

Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : “Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa :

“10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2 . Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba’.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.”

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : “Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah.” Hassan r.a berkata : “Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

Macam Puasa

Puasa wajib :
1. Puasa bulan Ramadhan
2. Puasa Qadha
3. Puasa kafarat (membayar kafarat)
4. Puasa seorang yang tidak mampu membeli hewan kurban pada haji Tamattu
5. Puasa hari ketiga I'tikaf
6. Puasa Nadzar

Puasa Mustahab (Sunat)
1. Puasa tiga hari setiap bulan (Hijriyah)
2. Puasa pada hari-hari putih ( tiap tanggal 13, 14 dan 15 Hijriyah)
3. Puasa pada hari al-Ghadir (18 Dzulhijjah)
4. Puasa pada hari lahir Rasululah saww. (17 Rabiul Awal)
5. Puasa pada hari Kenabian Rasululah saww. (27 Rajab)
6. Puasa pada hari Arafah ( 9 Dhulhijjah )
7. Puasa pada hari Mubahalah (24 Dhulhijjah)
8. Puasa pada hari Kamis dan Jum'at
9. Puasa pada tanggal 1-9 Dhulhijah
10. Puasa pada hari pertama dan ketiga bulan Muharram
11.Puasa pada seluruh hari dalam setahun, kecuali hari-hari yang diharamkan dan dimakruhkan berpuasa di dalamnya. (Taudhih al- Masail, masa-lah 1748)

Puasa Makruh :
1. Puasa sunat yang dilakukan seorang tamu tanpa seijin tuan rumah, atau tuan rumah melarangnya berpuasa.
2. Puasa seorang anak (yang belum akil baligh) tanpa seijin ayahnya dan puasa itu akan membahayakan dirinya.
3. Puasa seorang anak yang dilarang ayahnya berpuasa, walaupun puasanya itu tidak akan membahayakan dirinya.
4. Puasa seorang anak yang dilarang ibunya berpuasa, walaupun jika puasa itu dilakukan tidak akan membahayakan dirinya .
5. Puasa hari Arafah bagi orang yang bila ia berpuasa akan menyebabkan badannya lemah, sehingga tidak mampu membaca doa.

Puasa wajib :
1. Puasa bulan Ramadhan
2. Puasa Qadha
3. Puasa kafarat (membayar kafarat)
4. Puasa seorang yang tidak mampu membeli hewan kurban pada haji Tamattu
5. Puasa hari ketiga I'tikaf
6. Puasa Nadzar

Puasa Mustahab (Sunat) :
1. Puasa tiga hari setiap bulan (Hijriyah)
2. Puasa pada hari-hari putih ( tiap tanggal 13, 14 dan 15 Hijriyah)
3. Puasa pada hari al-Ghadir (18 Dzulhijjah)

4. Puasa pada hari lahir Rasululah saww. (17 Rabiul Awal)
5. Puasa pada hari Kenabian Rasululah saww. (27 Rajab)
6. Puasa pada hari Arafah ( 9 Dhulhijjah )
7. Puasa pada hari Mubahalah (24 Dhulhijjah)
8. Puasa pada hari Kamis dan Jum'at
9. Puasa pada tanggal 1-9 Dhulhijah
10. Puasa pada hari pertama dan ketiga bulan Muharram
11.Puasa pada seluruh hari dalam setahun, kecuali hari-hari yang diharamkan dan dimakruhkan berpuasa di dalamnya. (Taudhih al- Masail, masa-lah 1748)

Puasa Makruh :
1. Puasa sunat yang dilakukan seorang tamu tanpa seijin tuan rumah, atau tuan rumah melarangnya berpuasa.
2. Puasa seorang anak (yang belum akil baligh) tanpa seijin ayahnya dan puasa itu akan membahayakan dirinya.
3. Puasa seorang anak yang dilarang ayahnya berpuasa, walaupun puasanya itu tidak akan membahayakan dirinya.
4. Puasa seorang anak yang dilarang ibunya berpuasa, walaupun jika puasa itu dilakukan tidak akan membahayakan dirinya .
5. Puasa hari Arafah bagi orang yang bila ia berpuasa akan menyebabkan badannya lemah, sehingga tidak mampu membaca doa.



Bulan Sya’ban = Bulannya Allah swt

Ibadah di Bulan Sya’ban = Menyambut Kedatangan Ramadhan

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW telah bersabda: "Ketahuilah bahawa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka barangsipa yang berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT ”.
Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku." "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab,Sya'ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka."

I. KEISTIMEWAANNYA :
- Barangsiapa yang berpuasa 2 hari dalam bulan Rajab mendapat kemuliaan disisi ALLAH SWT.
- Barangsiapa berpuasa 3 hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH akan menyelamatkannya dari bahaya dunia, seksa akhirat, dari terkena penyakit gila, penyakit putih-putih di kulit badan yang menyebabkan sangat gatal dan diselamatkan dari fitnahnya syaitan dan dajjal.
- Barangsiapa yang berpuasa 5 hari dalam bulan Rajab, permintaannya akan dikabulkan oleh ALLAH SWT.
- Barangsiapa berpuasa 7 hari dalam bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam.
- Barangsiapa berpuasa 8 hari dalam bulan Rajab, maka dibukakan lapan pintu syurga baginya.
- Barangsiapa berpuasa 15 hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."
Sabda Rasulullah SAW:
"Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya Jibril as : "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?"Berkata Jibril as: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rajab."Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita: "Ketika kami berjalan bersam-sama Nabi SAW melalui sebuah kubur, lalu Nabi berhenti dan Baginda menangis dengan amat sedih, kemudian baginda berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya Rasulullah SAW: "Ya Rasulullah SAW,mengapakan anda menangis?" Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka."Sabda Rasulullah SAW lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur." Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah SAW, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari siksa kubur?"Sabda Rasulullah SAW: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat kerana ALLAH,kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun."

II. AMALAN-AMALAN SUNAT DI BULAN SYA’BAN :
Keistimewaan bulan ini ialah seluruh amalan manusia diangkat untuk dihadapkan kepada Allah SWT, sewajarnyalah sepanjang bulan ini diisikan dengan amal ibadah dan kebajikan. Antara amalan yang digalakkan pada bulan Sya‘ban adalah:

1. Memperbanyak Puasa Sunat
Nabi SAW lebih gemar berpuasa sunat dalam bulan Sya‘ban berbanding dengan bulan-bulan yang lain.
2. Bertaubat dan Berdzikir
Bertaubat dan beristigfar boleh mensucikan jiwa dari dosa, kerana sebagai manusia kita sudah pasti tidak akan terlepas dari melakukan dosa. Walau bagaimanapun sebenar-benar taubat itu ialah taubat nasuha.
Taubat nasuha akan berjaya dilakukan apabila kita menepati syarat-syaratnya, contohnya jika dosa itu antara manusia dengan Tuhan:
1. Dia hendaklah meninggalkan dosa atau maksiat itu.
2. Dia hendaklah benar-benar menyesali dan merasa sedih dengan perbuatan maksiatnya itu.
3. Dia berjanji dan berazam untuk tidak akan mengulangi dan melakukannya.
Manakala jika dosa itu berkaitan dengan hak orang lain, hendaklah memohon maaf daripada orang berkenaan.
3. Memperbanyak Dzikir dan Berdoa
Zikir ialah ucapan yang dilakukan dengan lidah atau mengingati Allah dengan hati, dengan ucapan atau ingatan yang membesar dan mengagungkan Allah.
Ini bersesuaian dengan janji Allah SWT bahawa orang-orang yang beriman itu tenang hati mereka dengan zikrullah. Ini kerana berzikir (mengingati Allah) itu mententeramkan hati manusia.
Antara keistimewaan amalan zikir itu pula ialah:
i. Zikir boleh dilaksanakan bila-bila masa. Ia juga boleh dilaksanakan dalam keadaan duduk, berdiri dan baring.

ii. Boleh dilaksanakan walaupun dalam keadaan berhadas sama ada hadas kecil mahu pun hadas besar.
Begitu juga dengan ibadat doa. Doa boleh dilakukan tanpa mengira tempat dan masa. Doa ialah memohon sesuatu hajat atau perlindungan daripada Allah SWT dengan cara merendahkan diri kepada-Nya.
Selain daripada itu banyak lagi amal kebajikan yang boleh dilaksanakan di bulan Sya‘ban ini sebagai persiapan menyambut kedatangan Ramadhan seperti memperbanyakkan selawat atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW, bersembahyang sunat terutama di waktu malam, banyak bersedekah dan sebagainya. Maka rebutlah peluang dan kelebihan yang ada di bulan Sya‘ban ini untuk mempertingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Rasulullah SAW pernah ditanya, mengapa Baginda melebihkan berpuasa sunat di bulan Sya‘ban berbanding bulan-bulan yang lain? Baginda bersabda yang bermaksud:
“Bulan itu (Sya‘ban) yang berada di antara Rejab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadah ku di angkat ketika aku berpuasa”.(HR an-Nasaie)
Malam Nisfu Sya‘ban
Kelebihan Malam Nisfu Sya‘ban itu telah disebutkan di dalam hadis sahih daripada Mu‘az bin Jabal r.a Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :
“Allah menjenguk datang kepada semua makhluk-Nya di Malam Nisfu Sya‘ban, maka diampunkan dosa sekalian makhlu-kNya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.” (H.R Ibnu Majah, at-Thabaroni dan Ibnu Hibban)
Pada malam Nisfu Sya‘ban juga, adalah di antara malam-malam yang dikabulkan doa. Menyedut pendapat Imam asy-Syafi‘e dalam kitabnya al-Umm telah berkata: “Telah sampai pada kami bahawa dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam iaitu: pada malam Jumaat, malam Hari Raya Adha, malam Hari Raya ‘Aidil fitri, malam pertama di bulan Rejab dan malam nisfu Sya‘ban.”
Kita boleh Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban dengan memperbanyakkan beribadat seperti sembahyang sunat dan berdoa, berzikir dan membaca al-Quran..
Penutup
Kesimpulannya amalan yang berterusan ini akan membuatkan kita lebih bersedia untuk beramal serta meyambut kedatangan Ramadhan dengan hati yang bersih dan jiwa suci, natijahnya mengundang ke arah kecemerlangan hidup.
Sabda Nabi SAW maksudnya: “ Lakukanlah amalan setakat yang kamu terdaya. Sesungguhnya Allah tidak jemu sehinggalah kamu semua jemu. Sembahyang yang paling disukai oleh Nabi SAW iaitu yang dilakukan secara berterusan walaupun sedikit apabila baginda sembahyang. Apa jua sembahyang ia akan lakukan secara berterusan” (HR Bukhari)

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

>01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
>02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
>03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
>04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
>05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
>06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
>07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
>08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
>09. Jangan hasut dan iri atas kesuksessan orang;
>10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
>11. Jangan tamak kepada harta;
>12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
>13. Jangan hancur karena kezaliman;
>14. Jangan goyah karena fitnah;
>15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
>16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
>17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
>18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
>19. Jangan sakiti anak yatim;
>20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
>21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
>22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
>23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
>24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
>25. Biasakan shalat malam;
>26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
>27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
>28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
>29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
>30. Jangan marah berlebih-lebihan;
>31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
>32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
>33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
>34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
>35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
>36. Jangan percaya ramalan manusia;
>37. Jangan terlampau takut miskin;
>38. Hormatilah setiap orang;
>39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
>40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
>41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
>42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
>44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
>45. Perbanyak silaturrahim;
>46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
>47. Bicaralah secukupnya;
>48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
>49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
>50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
>51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
>52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
>53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
>54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
>55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
>56. Cintai keluarga Nabi saw;
>57. Jangan terlalu banyak hutang;
>58. Jangan terlampau mudah berjanji;
>59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
>60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
>61. Bergaullah dengan orang-orang soleh;
>62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
>63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
>64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
>65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
>66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
>67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
>68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
>69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
>70. Jangan melukai hati orang lain;
>71. Jangan membiasakan berkata dusta;
>72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
>73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
>74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
>75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
>76. Jangan membuka aib orang lain;
>77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orangyang lebih berprestasi dari kita;
>78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
>79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
>80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
>81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dannegara;
>82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
>83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
>84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
>85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
>86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
>87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidakmenyenangkan.
>88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-normaagama dan kondisi diri kita;
>89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kitamenjadi terganggu;
>90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan>bijaksana;
>91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang danpandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
>92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan>jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
>93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dipastikan kebenarannya;
>94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
>95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh, keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
>96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuandiri;
>97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
>98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
>99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

Menikah adalah Keajaiban

Berikut kiriman dari teman yang diperuntukkan kesiapan mental saya menghadapi pernikahan.

Saya selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati. Dalam bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, “secara materi saya belum siap,” saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, “berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?”
Tak ada. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ustadz. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga itu.
Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum cukup, lah... itu alasan yang paling mudah dijumpai. Dengan gaji sekarang saja saya hanya bisa hidup pas-pasan. Bagaimana kalau ada anak dan istri? Oya, saya juga belum punya rumah....
O-o... Saudaraku, kalau kau menunggu gajimu cukup, maka kau tak akan pernah menikah. Bisa jadi besok Allah menghendaki gajimu naik tiga kali lipat. Tapi percayalah, pada saat yang bersamaan, tingkat kebutuhanmu juga akan naik... bahkan lebih tiga kali lipat. Saat seseorang tak memiliki banyak uang, ia tak berpikir pakaian berharga tertentu, televisi, laptop... atau mungkin hp merk mutakhir. Saat tak memiliki banyak uang, makan mungkin cukup dengan menu sederhana yang mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tapi bisakah demikian saat Anda memiliki uang? Tidak akan. Selalu saja ada keinginan yang bertambah, lajunya lebih kencang dari pertambahan kemampuan materi. Artinya, manusia tidak akan ada yang tercukupi materinya.
Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap orang. Tak akan bisa dimajukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam.
Menikah adalah salah satu cara membuka pintu rezeki, itu yang pernah saya baca di sebuah buku. Ada pula sabda Rasulullah, “Menikahlah maka kau akan menjadi kaya.” Mungkin secara logika akan sangat sulit dibuktikan statemen-statemen tersebut. Taruhlah, pertanyaan paling rewel dari makhluk bernama manusia, “Bagaimana mungkin saya akan menjadi kaya sedangkan saya harus menanggung biaya hidup istri dan anak? Dalam beberapa hal yang berkaitan dengan interaksi sosial juga tidak bisa lagi saya sikapi dengan simpel. Contoh saja, kalau ada tetangga atau teman yang hajatan, menikah dan sebagainya, saya tentu saja tidak bisa lagi menutup mata dan menyikapinya dengan konsep-konsep idealis. Saya harus kompromi dengan tradisi; hadir, nyumbang... yang ini berarti menambah besar pos pengeluaran. Semua itu tak perlu menjadi beban saya pada saat saya belum berkeluarga.”
Saat saya dihadapkan pertanyaan ‘menikah’ pertama kali dalam hidup saya, saya sempat maju mundur dan gamang dengan wacana-wacana semacam ini. Lama sekali saya menemukan keyakinan -–belum jawaban, apalagi bukti–- bahwa seorang saya hanyalah menjadi perantara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya yang ditakdirkan menjadi istri atau anak-anak saya.
Harusnya memang demikian. Itulah keajaiban yang kesekian dari sebuah pernikahan. Saya sendiri menikah pada tahun 1999, saat umur saya dua puluh tahun. Saat itu saya bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan bakery tradisional. Tentu saja, saya sudah menulis saat itu kendati interval pemuatan di majalah sangat longgar. Kadang-kadang sebulan muncul satu tulisan, itu pun kadang dua bulan baru honornya dikirim.
Dengarkan...! Dengarkan baik-baik bagian cerita saya ini.
Sebulan setelah saya menikah, tiga cerpen saya sekaligus dimuat di tiga media yang berbeda. Beberapa bulan berikutnya hampir selalu demikian, cerpen-cerpen saya semakin sering menghiasi media massa. Interval pemuatan cerpen tersebut semakin merapat. Saat anak saya lahir, pada pekan yang sama, ada pemberitahuan dari sebuah majalah remaja bahwa mulai bulan tersebut, naskah fiksi saya dimuat secara berseri. Padahal, media tersebut terbit dua kali dalam sebulan. Ini berarti, dalam sebulan sudah jelas ada dua cerpen yang terbit dan itu berarti dua kali saya menerima honor. Ini baru serialnya. Belum dengan cerpen-cerpen yang juga secara rutin saya kirim di luar serial.
Tunggu... semua itu belum berhenti. Saat anak saya semakin besar dan semakin banyak pernak-pernik yang harus saya penuhi untuknya, lagi-lagi ada keajaiban itu. Satu per satu buku saya diterbitkan. Royalti pun mulai saya terima dalam jumlah yang... hoh-hah...! Subhanallah...!
Entah, keajaiban apa lagi yang akan saya temui kemudian. Yang jelas, saat ini saya harus tetap berusaha meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya hanyalah perantara rezeki bagi anak dan istri saya... juga –mungkin –orang lain. Dengan begitu, mudah-mudahan saya bisa melepaskan hak-hak tersebut yang melekat pada uang gaji ataupun royalti yang saya terima.


Ya Allah... mampukan saya.

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW

(Khutbah ini disampaikan pada 9 Dzulhijjah 10 H dilembah Uranah, Arafah)

Ya, saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu apakah tahun depan aku masih berada di antara kalian. Karenanya dengarkan baik-baik apa yang kukatakan ini dan sampaikan kepada mereka yang tidak dapat hadir saat ini.

Ya, saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini, hari ini dan kota ini adalah suci, karenanya pandanglah kehidupan dan milik setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci. Kembalikan barang-barang yang dipercayakan kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya.

Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu. Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah SWT dan Dia akan memperhitungkan amalanmu dengan sebenar-benarnya.

Allah SWT telah melarangmu memungut riba, karenanya mulai saat ini dan untuk seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan.

Waspadalah terhadap syaitan, demi keselamatan Agamamu. Dia telah kehilangan semua harapannya untuk membawa kalian pada kesesatan yang nyata, tapi waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya.

Ya, saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunyai hak tertentu terhadap isteri-isterimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu. Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapat makanan dan pakaian secara layak. Perlakukanlah isteri-isterimu dengan baik dan bersikaplah manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolongmu yang setia. Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan perzinahan.

Ya, saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, sembahlah Allah, Shalat lima kali dalam sehari, laksanakan Puasa selama bulan Ramadhan, dan tunaikanlah Zakat, laksanakan ibadah Haji bila mampu.

Ketahuilah bahwa sesama Muslim adalah bersaudara. Kamu semua adalah sederajat. Tidak ada perbedaan satu terhadap yang lain kecuali Ketaqwaan dan Amal Shalih. Ingatlah, suatu hari kamu akan menghadap Allah dan harus mempertanggung jawabkan semua amalanmu. Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaran setelah kepergianku nanti.

Ya, saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir. Karenanya simaklah baik-baik ya Saudaraku, dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu, bahwa aku meninggalkan dua pusaka, Al-Qur'an dan contoh-contohku sebagai As-Sunnah dan bila kalian mengikutinya tidak mungkin akan tersesat.

Siapa yang mendengarkan perkataanku ini wajib menyampaikannya kepada yang lain dan seterusnya dan mungkin yang terakhir memahami kata-kataku ini bisa lebih baik dari yang langsung mendengarkan.

Demi Allah aku bersaksi, bahwa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umat-Mu ya Allah.

"Anda ingin beramal shaleh...? Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim lainnya yang anda kenal."

Jumat, 07 September 2007

Istri yang diberkahi

( HR. Abu Daud dan Ibnu Majah )

Rasulullah bersabda :
Semoga Allah swt, merahmati seorang istri yang bangun di malam hari, kemudian ia sholat (tahajud) dan membangunkan suami.

Harta yang Tak Ternilai

( HR. Ibnu Majah dan Tarmidzi )

Beberapa sahabat berkata :
" Seandainya kita engetahui ada harta yang tak ternilai harganya, niscaya kita akan berusaha meraihnya ".

Lantas Rasulullah saw, bersabda :
" Harta tak ternilai harganya itu, adalah :
- Lisan yang senantiasa berdzikir
- Hati yang bersyukur, dan
- Istri yang mampu menegakkan keimanan suaminya"

Bekal Hidup

Rangkuman dari berbagai buku : Salah satunya karya M. Fauzil Adhim

# Jangan menangisi masa lalu dan jangan mengucurkan airmata dengan sia-sia. Karena bukanlah kemampuan anda untuk mengembalikan masa lalu.

# Wanita sukses adalah wanita yang didoakan, dipuji suaminya, disenangi tetangganya dan dihormati teman-temannya.

# Purnama tersenyum indah dan bintang-bintang bertepuk tangan.
Jadi, apa alasannya hingga kesedihan dapat membunuh & mencekik kita?

# Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( Qs. Al Baqarah (2) : 286 )

# Dengan beristighfar, rezeki anda akan berlimpah.
Barang siapa yang banyak beristighfar, maka Allah akan menghilangkan segala kegalauannya dan memberikan jalan keluar atas himpitan hidupnya.

# Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah swt ( Qs. Az Zumar (39) : 53 )

# Zaman = hanya berupa = masalah & penyelesaiannya.
Zaman = hanya berupa = kesempitan & kelapangannya.
Kebutaan sesungguhnya adalah butanya hati.

# Memberi pada orang yang kikir dan memaafkan orang yang salah = akhlak baik yang bisa jadi pelajaran bagi sang penerimanya.

#Telah terbukti bahwa sesungguhnya angan-angan adalah dusta.
Dan kebanyakan jalan kesuksesan berada pada kondisi hampir putus asa.

Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa Depan

Amati masa lalu & masa depan kita...
Karena kehidupan terdiri dari pengalaman yang berseri dan bervariasi.
Seseorang harus keluar darinya dengan kemenangan !!!

Do'a dapat menghilangkan bencana. Kadangkala Allah memberikan kenikmatan dengan cobaan yang besar dan kadangkala Allah menguji suatu kaum dengan limpahan kenikmatan.

Jika kita sedang menghadapi ujian & cobaan yang berat, ada nasihat dari seorang ulama :
1. Usahakan tuk selalu bangun malam & sholat tahajud.
2. Berdo'a di waktu sahur.
3. Istighfar dan membaca Al-Quran ( di air zam zam )
( lakukan amalan ini hingga Allah mengabulkan do'a kita )

Bila kita sakit, kembalilah pada Allah. Perbanyaklah istighfar, berdoa & bertaubat.
Bergembiralah dengan kemudahan yang diberikan olehNya.
Sesungguhnya Allah akan mengabulkan do'a, menghilangkan bencana & menjauhkan keburukan.

Ketahuilah Olehmu

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…
Allah swt tahu betapa keras engkau sudah berusaha

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Allah swt sudah menghitung airmatamu

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…
Allah swt sedang menunggu bersamamu

Jika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon...
Allah swt selalu berada disampingmu

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Allah swt punya jawabannya

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Allah swt dapat menenangkanmu

JIka tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Allah swt sedang berbisik kepadamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dankau merasa ingin mengucap syukur…
Allah swt telah memberkatimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Allah swt telah tersenyum padamu

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Allah swt sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…
Allah swt tahu…..

Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.,
Rasulullah bersabda, Sampaikanlah meski hanya satu ayat

Keyakinanku…

Ketika ku mohon pada Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika ku mohon pada Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk kupecahkan

Ketika ku mohon pada Allah kesejahteraan, Allah memberiku masalah untuk dihadapi

Ketika ku mohon pada Allah keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika ku mohon pada Allah sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong

Ketika ku mohon pada Allah bantuan, Allah memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku mendapat segala yang kubutuhkan
Doaku terjawab sudah …